Sekelumit Tentang Emosi“Kamu mah emosian sih”.
Kata-kata itu sering diucapkan ketika seseorang sedang marah. Emosi
sering dikaitkan dengan orang yang pemarah. Pengertian tersebut secara
awam dikenali dan dipakai oleh banyak orang. “Jangan emosian dunk”.
Pengertian emosi yang dikaitkan dengan marah, malah terkadang
diidentikkan dengan sifat suku, misalnya suku tertentu berasal dari
Sumatera.
Emosi melekat pada setiap orang, namun apakah setiap orang
pemarah? Emosi tidak sekedar menunjukkan orang yang pemarah apalagi
merujuk kepada streotip untuk suku tertentu. Apabila emosi ditilik dari
bahasa Inggris, kata emosi adalah ‘emotion’. Emotion merujuk pada
sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu.
Misalnya, Seseorang merasakan situasi yang menyenangkan ketika bersama
pacar, rasa bahagia, saling senyum, dan dunia serasa milik berdua. Keadaan itu mungkin dikatakan “emosi cinta”. Emosi
memiliki jenis yang berbeda-beda. Emosi memiliki bentuk bermacam-macam,
antara lain: sedih, takut, jijik, sedih dan terkejut. Ragam emosi tidak
memiliki acuan yang sama dan memiliki gradasi yang berbeda.
Pembahasan
emosi banyak dikaji oleh ilmu psikologi. Emosi diteliti berdasarkan
beberapa acuan. Emosi dipicu dari pandangan seseorang terhadap suatu
kejadian, adanya reaksi fisiologis yang kuat, ekspresi berdasarkan pada
mekanisme genetika, merupakan informasi dari satu orang ke yang lainnya,
dan membantu seseorang beradaptasi terhadap perubahan situasi
lingkungan. Seorang mahasiswa mendapat nilai E. Dia mungkin tidak kesal
medapat bobot nilai E, karena memang seorang pemalas, namun mahasiswa
lain akan tampak sangat marah dan mencerca dosen yang memberinilai
tersebut.Emosi berkaitan dengan sikap yang membuat efek membekas dan
dirasakan terhadap suatu objek dapat bersifat positif atau negatif.
Pernyataan ini menyangkut pengertian emosi yang dirasakan oleh setiap
orang.
Efek positif mendekatkan pada suatu objek dan efek negatif
menjauhkan dari objek (Newcomb,dkk, 1981:91).Emosi yang muncul disertai
reaksi fisiologis yang dapat dikenali, misalnya detak jantung meningkat
cepat, tangan gemetar, ingin kabur, dan sebagainya. Ekspresi emosional
berdasarkan pada mekanisme genetika, artinya, semua orang memiliki
kemiripan dalam mengekspresikan emosi (www.e-psikologi.com). Ekspresi
wajah sedih pada orang cina mirip dengan ekspresi wajah sedih pada orang
padang. Ekspresi wajah bahagia orang Arab, mirip dengan ekspresi
bahagia orang Jawa. Emosi tidak sekedar dilihat dari reaksi fisiologis.
Emosi bisa munculkan oleh motif sosiogenetik yaitu motif yang dipelajari
oleh orang lain berasal dari lingkungan tempat seseorang berkembang
(Gerungan, 1996:149).
Emosi memberikan informasi dari satu orang ke yang
lainnya. Rasa takut yang dialami seseorang sebagai informasi bahwa dia
tidak mau melakukan sesuatu. Marah dialami merupakan informasi bahwa ia
tidak suka diperlakukan seperti perlakuan yang sudah diterimanya. Emosi
dapat muncul tidak disadari dantanpa diniatkan. Seseorang baru sadar
mengalami sebuah emosi setelah emosi itu dialami sendiri, Misalnya
bertemua dengan musuh,tiba-tiba saja marah.Emosi hakikatnya adalah salah
satu bentuk dari komunikasi seseorang. Kala seseorang emosi, artinya
dia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada orang lain.
Bentuk
penyampaiannya berbeda-beda, bergantung pada lingkungan dan kondisi
sosial budaya yang membentuknya. Komunikasi pada emosi memiliki
ciri-ciri tertentu:
1. Sikap terjadi bukan dibawa sejak diilahirkan.
2.
Sikap berubah-ubah dan dapat dipelajari.
3. Siap tidak berdiri sendiri,
karena mengandung relasi terhadap suatu objek.
4. Sikap merupkan
segi-segi motivasi dan perasaan.
Sifat berdasarkan pengetahuan seseorang
(Newcomb, Turner, dan Converse, 1981:151).Penjelasan diatas adalah
uraian tentang emosi. Lalu, apakah yang dimaksud dengan marah? Marah
adalah suatu perilaku yang normal dan sehat, sebagai salah satu bentuk
ekspresi emosi manusia . Namun, ketika marah tidak terkendali dan
cenderung menuju arah negatif, marah akan menjadi masalah. Seperti
bentuk emosi lainnya, marah juga diikuti dengan perubahan psikologis dan
biologis.
Ketika Anda marah, denyut nadi dan tekanan darah meningkat,
begitu juga dengan level hormon, adrenaline, dan noradrenaline, ungkap
Charles Spielberger, Ph.D., seorang ahli psikologi yang mengambil
spesialisasi studi tentang marah. Dari pendapatnya tersebut, Apabila
seseorang sedang marah, ada banyak hal yang terjadi pada dirinya yang
mungkin tidak pernah kita perhatikan lebih jauh.Ketika marah, secara
psikologis dan biologis diri kita mengalami perubahan yang cukup
signifikan, bahkan drastis, dibandingkan dengan keadaan ketika kita
emosi.Emosi dalam Kepribadian“Si Dodi itu sabar dan orangnya baik
banget, dia jarang marah, sedangkan Hasyim itu pemarah, orang batak
seh”.
Emosi pada kepribadian merujuk sifat-sifat yang dimiliki oleh
seseorang. Suatu emosi cenderung diulang-ulang, maka emosi itu dianggap
sebagai sifat kepribadian. Emosi memilki hubungan yang mempengaruhi pada
kepribadian seseorang. Orang yang sering marah-marah akan disebut
memiliki sifat pemarah. Orang yang sering mengalami takut akan disebut
penakut. Orang yang sering menunjukkan kebanggaan diri akan disebut
sombong. Orang yang sering bersedih akan disebut pemurung. Orang yang
mudah cemas disebut pencemas.Emosi berbeda diartikan berdasarkan latar
daerah bahasa. Bahasa berbeda memiliki jumlah kosakata emosi yang
berbeda. Misalnya, kata emosi dalam bahasa inggris berbeda dengan jumlah
kata-kata emosi dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa
Minangkabau.Emosi yang dialami mungkin sama, namun dalam bahasa tertentu
hanya digunakan satu kata untuk menyebutnya, sedangkan dalam bahasa
lain diterangkan lebih terperinci sehingga dipecah ke dalam beberapa
kata.
Salah satu pengategorian emosi yang cukup bermanfaat adalah dengan
membedakan emosi berdasarkan skenario kognitif yang dimiliki seseorang
terhadap emosi yang dialami. Misalnya dibedakan berdasarkan
kejadian-kejadian yang menyebabkan emosi, berdasarkan nilai positif dan
negatif, berdasarkan kedekatan makna antara kata-kata emosi, dan
lainnya.Sekurangnya terdapat tiga cara dalam membedakan emosi, yakni
perbedaan yang terlihat dengan adanya kata-kata emosi yang banyak
jumlahnya itu, membedakan berdasarkan kejadian yang menimbulkan emosi
dan tanda-tanda munculnya emosi. Emosi datang berdasarkan motif. Motif
merupakan pengertian yang berkaitan semua penggerak atau dorongan dalam
diri manusia yang menyebabkan diia berbuat sendiri.
Tingkah laku manusia
menyebabkan seseorang berbuat sesuatu (Gerungan, 1996:140).Anna
Wierzbicka, seorang peneliti emosi dari Australian National University,
membedakan emosi ke dalam 6 kelompok utama yang didasarkan pada
tema-tema umum, yakni :
1) Sesuatu yang baik terjadi,
2) Sesuatu yang buruk
terjadi,
3) Sesuatu yang buruk bisa/akan terjadi,
4) Saya tidak ingin hal
seperti ini untuk terjadi,
5) Berpikir tentang orang lain,
6) Berpikir
tentang diri sendiri.
Masing-masing dari tema itu terkait dengan beberapa
aspek skenario kognitif yang dimiliki.Emosi tersebut berkaitan dengan
derajat perasaan. Derajat perasaan sebagai suatu sikap dapat dilihat
sebagai penilaian terhadap suatu objek tertentu dengan istilah baik atau
buruk. Semakin sentral suatu objek seseorang semakin besar kemungkinan
seseorang menyimpan sejumlah besar informasi mengenai objek itu, Tingkah
laku manusia tidak hanya resfonsif terhadap rangsangan dari situasi
sesaat. Situasi sepintas lalu maka sepintas juga yang terekam diingatan.
Kalau lebih kompleks, maka lebih kompleks yang terekam
diingatan.
Masing-masing dari tema itu terkait dengan beberapa aspek
skenario kognitif yang dimiliki.
1. Sesuatu yang baik terjadi.Jika
seseorang mengalami sesuatu yang baik terjadi dalam hidup Anda, misalnya
seseorang mendapatkan undian, diterima bekerja, mendapatkan kekasih,
menggapai impian, maka akan merasa bahagia, senang, gembira, suka,
riang, damai, nyaman, nikmat, lega, dan semacamnya.
2. Sesuatu yang buruk
terjadi.Seseorang berada dalam situasi yang buruk, misalnya dipecat,
dikhianati dan sebagainya yang buruk-buruk. Maka akan mengalami
kesedihan, tertekan, menderita, sakit hati, frustrasi, kecewa, merasa
ditolak, atau lainnya yang semacam.
3. Sesuatu yang buruk bisa/akan
terjadiJika seseorang merasa bahwa sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.
Misalnya bisa kehilangan orang disayang, kehilangan penghasilan, dan
sebagainya yang buruk-buruk, maka mungkin mengalami cemas, panik, takut,
khawatir, gugup, pucat, was-was, waspada, atau lainnya.
4. Seseorang
tidak ingin hal seperti ini terjadi, Saat seseorang ingin yang terjadi
tidak seperti yang dialami, mungkin akan merasa marah, panas hati,
murka, terkejut, atau yang lainnya.
5. Berpikir tentang orang lain.Pada
saat Anda memikirkan orang lain, mungkin seseorang merasa iri atau
cemburu.6. Berpikir tentang diri sendiri.Seseorang mengalami emosi
tertentu ketika berpikir tentang diri sendiri. Emosi yang biasanya
muncul karena berpikir tentang dirisendiri menimbulkan rasa malu,
bingung, merasa bersalah, menyesal, bangga atau yang
lainnya.
KesimpulanEmosi memiliki jenis yang berbeda-beda. Emosi memiliki
terdiri dari sedih, takut, jijik, sedih dan terkejut. Ragam emosi tidak
memiliki acuan yang sama dan memiliki gradasi yang berbeda. Emosi
bukanlah marah, melainkan marah adalah bagian dari emosi.
Emosiberkembang karena motif dan derjat perasaan. Emosi memiliki
hubungan yang mempengaruhi terhadap kebudayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar